Astaghfirullah, 1773 Muslimah Tajikistan Di Paksa Melepas Jilbab Oleh Pemerintah Tajikistan

Reportase Terkini - Tajikistan adalah sebuah negara kecil dengan luas daratan sekitar 143.100 km ². Wilayah Tajikistan berbatasan langsung dengan Cina (timur), Uzbekistan (barat), Afghanistan (selatan), dan Kyrgyzstan (utara).


Sekitar 1.773 wanita Muslimah dan anak gadis dipaksa melepas jilbab mereka, serta meminta hampir 13.000 pria dipaksa untuk mencukur jenggot oleh rezim sekuler Tajikistan. Hal itu diklaim untuk mencegah radikalisasi akibat pengaruh Arab.
Lebih dari 160 toko yang menjual pakaian Muslim juga telah ditutup. Polisi di wilayah Khatlon, Tajikistan, mengatakan mereka telah mencukur jenggot hampir 13 ribu pria sebagai bagian dari “kampanye antiradikalisasi”.
Kampanye tersebut melarang perempuan Tajik mengenakan jilbab dan cadar hitam, terutama di sekolah-sekolah dan universitas. Larangan berjilbab juga berlaku di semua lembaga negara.
“Jangan menyembah nilai asing (Arab –red), jangan mengikuti budaya asing. Kenakan warna pakaian tradisional dan bukan hitam,” kata Presiden Tajikistan, Emomali Rakhmon. Bahkan saat berkabung, wanita Tajik harus memakai seragam putih, bukan hitam.
Baca Juga : Astaghfirullah, Pengadilan Di Perancis Resmi Melarang Pemakaian Jilbab Di Negaranya
Sementara itu, Djovid Akramov, warga Tajik mengatakan dihentikan oleh polisi Tajik di luar rumahnya bersama dengan anaknya berusia 7 tahun pada bulan lalu. Ia ternyata dibawa ke kantor polisi di Dushanbe untuk mencukur jenggot.
“Mereka menyebut saya Salafi, radikal, musuh publik. Kemudian dua dari mereka memegang tangan saya, sementara satu lagi mencukur setengah dari janggut saya,” kata Akramov, seperti dilansir BBC pada Jum’at (22/1/2016).
Laporan itu muncul seminggu setelah Pemerintah Tajikistan yang dipimpin oleh Presiden Emomali Rahmon menindak warga yang memakai nama asing khas Arab.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Astaghfirullah, 1773 Muslimah Tajikistan Di Paksa Melepas Jilbab Oleh Pemerintah Tajikistan"

Post a Comment